Larangan Judi Online Menurut Norma

www.serverqiu.site dapat diakses dengan mudah oleh setiap orang yang ingin melakukan permainan judi secara online. Judi dikenal sebagai suatu praktek tindakan asusila yang sudah biasa dilakukan sebagian kelompok masyarakat. Seperti halnya definisi judi berdasarkan norma kesusilaan yang mana keberadaannya tidak sesuai dengan hati nurani manusia. 

Dalam norma kesusilaan, judi seperti di situs www.serverqiu.site dianggap sebagai perusak tatanan sosial dan mental setiap individu masyarakat. Dilihat dari ekses judi yang bisa menimbulkan tindakan-tindakan asusila lainnya.

Ada beberapa sanksi judi dalam norma kesusilaan yang memperjelas bahwa judi adalah sebuah tindakan yang melanggar kodrat kemanusiaan.

 

Mendapatkan Cemoohan Dari Masyarakat

Dalam norma kesusilaan, orang yang melakukan aktivitas perjudian cenderung mendapatkan cemoohan dari masyarakat sekitar utamanya masyarakat yang bijak mengamati lingkup sosial dan bercita-cita menciptakan kerukunan di tengah masyarakat. 

Larangan judi termasuk judi online di www.serverqiu.site dalam norma kesusilaan ini semakin jelas dengan adanya banyak cemoohan yang datang dari individu masyarakat.

Dijauhi Oleh Masyarakat 

Sudah menjadi sanksi pantas bila pelaku judi diperkucilkan oleh masyarakat sekitar, sebab prilaku menyimpang ini bukan hanya berdampak pada satu pihak tetapi banyak pihak. Utamanya masyarakat di sekitarnya. 

Masyarakat cenderung menjadi santapan kedua setelah dirinya seperti perampokan, penindasan, bahkan pemubunuhan semua itu kemungkinan akan menimpa masyarakat apabila ada populasi penjudi di daerah masyarakat tersebut. Maka wajar jika sanksi ini dijatuhkan pada pelaku judi dalam norma kesusilaan.

Demikian pula bila dikaji dari norma hukum. Judi termasuk di situs www.serverqiu.site merupakan sebuah permainan dimana antar pihak saling berburu kemenangan atas satu pilihan dari beberapa pilihan dan hanya satu pilihan yang akan menang dan pemenang mendapatkan harta taruhan sesuai dengan kesepakatan masing-masing pihak di awal. 

Larangan judi di situs www.serverqiu.site tentu juga ditegaskan dalam norma ini walaupun masih ada sedikit banyak celah yang menyebabkan perjudian akan terus saja dipraktekkan utamanya perjudian yang legal.

Dalam undang-undang baik itu KUHP maupun  UU No. 7 tahun 1974. Perjudian diperbolehkan atas dasar perjudian yang dilakukan bukan untuk dijadikan mata pencaharian.

Khususnya, dalam Pasal 303 bis KUHP dimana pidana perjudian hanya ditetapkan batas maksimal hukuman sedangkan batas minimal hukumannya tidak ditentukan. Hal ini pasti akan menyebabkan pembebasan kasus perjudian dengan mudah berdasarkan alasan-alasan yang diputuskan oleh hukum.

Kelemahan undang-undang ini tentu membuka celah lebar perjudian tetap akan dipraktekkan di tengah-tengah masyarakat. Apalagi keputusan pidana  perjudian yang terbaru hanya empat tahun saja dan itu sudah maksimalnya. Larangan judi seperti www.serverqiu.site dalam kategori Ini pun hanya berlaku pada kasus perjudian ilegal saja sedangkan yang perjudian legal tidak terkena hukum pidana.

Sedangkan menurut norma agama, khususnya agama islam. Kualitas norma hukum tentu dipandang sangatlah tidak mungkin berhasil memberantas prilaku menyimpang ini di tengah masyarakat.

Berbeda dengan sejarah norma agama islam yang mana sanksinya bisa  menjerakan para pelakunya bahkan sampai tidak ditemukan lagi masyarakat yang melakukan perilaku menyimpang ini.

Keberhasilan ini didukung oleh kebijakan pemerintah islam di zaman yang telah lampau. Dimana sesuai dengan syariat-Nya segala yang menyangkut kebutuhan pokok dan kewajiban rakyat adalah kewajiban pemimpinnya (khalifah). 

Dari atas dasar itu, dalam syariat maka kebutuhan pokok rakyat terpenuhi penuh seumur hidup baik kaya maupun miskin begitu pula prihal kewajiban yang ditanggung rakyat seperti halnya biaya pendidikan. Pemerintah islam akan menanggung rata akan hal itu dari seluruh rakyatnya menyangkut hal itu.

Seluruh sanksi dari norma agama islam terkait perilaku menyimpang ini orang kebanyakan menilai sangat tidak manusiawi, akan tetapi jika kita mau menyadari dan mau membandingkan dengan fasilitas pokok yang negara islam berikan kepada rakyatnya maka hukum pidana yang sekejam rajam dan potong tangan akan menjadi sangat wajar.

Begitu pula  sanksi tentang larangan judi online www.serverqiu.site dengan menjatuhkan hukuman ta’zir yang hukumannya tidak ditetapkan dalam Alquran maupun  hadist. Akan tetapi, konkritnya bentuk hukuman ta’zir ini sebagaimana menurut Syafi’i bahwa hukum ta’zir ini berbentuk hukuman cambuk 39 kali untuk orang merdeka dan 19 kali cambuk bagi rakyat yang masih berstatus budak. 

Adapun hukuman ta’zir yang paling tinggi adalah hukuman mati. Dan dalam islam tidak ada istilah perjudian ilegal apalagi legal semua orang yang berani melakukan aktivitas perjudian bentuk apapun itu rata terkena hukum ta’zir tersebut.

Berbeda dengan kebijakan-kebijakan pemerintah mengenai pidana perjudian seperti yang kita saksikan sendiri sekarang yang masih mengandung banyak kelemahan. Jadi, sangat wajar jika perjudian tidak kunjung lekang dari dunia kemasyarakatan dan efek jera dari hukum pidana pemerintah kita sekarang juga tidak mereka dapatkan.

Suasana keharmonisan tatanan masyarakat akan didapat dengan kebijakan hukum islam tersebut, seperti pada pragraf sebelumnya yang sudah diulas diatas, bahwa pemerintah islam sudah menanggung kebutuhan pokok rakyatnya seperti; makan, minum, jaminan kesehatan serta begitu pula dengan pendidikan, semuanya ditunjang oleh pemerintah tak terkecuali yang kaya sekalipun.

Dari kebijakan pemenuhan aspek pokok rakyat dan hukuman pidana yang berat maka menjadi pasti bila keberadaan perjudian sudah tidak kita temukan lagi dalam kancah peradaban islam di zaman dulu.

Sebab, rakyat yang sudah terpenuhi kebutuhan pokok seperti halnya kebutuhan perut dan kesehatan tubuh yang sudah terjamin serta  kewajibannya sebagai seorang hamba yang kini juga terpenuhi. Perjudian seperti judi online www.serverqiu.site di kalangan masyarakat yang dominan dilakukan oleh masyarakat yang mengalami krisis ekonomi bisa dikatakan sudah merajelela

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *