Ancaman Hukum Bagi yang Melakukan dan Menyelenggarakan Perjudian

Hukum Judi

Hukum JudiAncaman Hukum Bagi Perjudian – Judi (Maisir) berarti keharusan. Yakni keharusan bagi siapa saja yang terlibat dalam permainan judi untuk menyerahkan taruhannya kepada pihak pemenang. Judi juga sering kali disebut sebagai taruhan atau perlombaan yang dilakukan dengan upaya yan mudah, di mana setiap pemain akan menggantung nasib dengan harapan mendapat keberuntungan untuk meraih hadiah yang dipertaruhkan tanpa harus bekerja keras.

Ya, judi semata-mata kegiatan yang mengandung unsur untung-untungan dengan harapan memperoleh rezeki. Jelas saja hal ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam, di mana umat manusia diharuskan bekerja keras dan menjauhi segala praktik perjudian yang tidak jelas. Bagi anda yang ingin mendapati data pengeluaran sgp lengkap bisa kunjungi situs kami langsung.

Dari penjelasan singkat di atas, maka bisa disimpulkan setidaknya ada 3 unsur yang harus terpenuhi agar suatu perbuatan disebut sebagai perjudian, yaitu:

  • Adanya permainan atau taruhan.
  • Ada barang atau uang yang dipertaruhkan sebagai hadiah untuk pemenang.
  • Memiliki unsur keberuntungan atau untung-untungan tanpa mengeluarkan upaya yang keras untuk bisa memperoleh hadiah yang dijanjikan.

Aturan Tindak Pidana Perjudian di Indonesia

Di Indonesia sendiri, praktik perjudian masih cukup sering dilakukan dengan bentuk yang beragam macam. Paling banyak ialah praktik togel, sabung ayam, pakong hingga SDSB. Disadari atau tidak, perjudian kerap membawa dampak buruk untuk pemain maupun pihak lain yang tidak ikut andil dalam perjudian tersebut. Untuk itu, pemerintah Indonesia bangun dan melarang tegas tindak perjudian. Hal ini telah diatur dalam KUHP Pasal 303 dan dalam UU No. 11 Tahun 2008 Pasal 27 UU ITE (Informasi dan transaksi Elektronik) mengenai perjudian online.

  • Pasal 303 KUHP

Dalam pasal ini, tindak pidana perjudian diancam dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun atau dengan membayar denda sekitar Rp25 juta. Ancaman ini berlaku untuk siapa saja yang tidak memperoleh izin baik dengan sengaja menawarkan kesempatan perjudian dan menjadikannya sebagai usaha atau bisnis maupun dengan sengaja turut terlibat dalam permainan judi tersebut. Ancaman yang sama juga diberlakukan untuk siapa saja yang dengan sengaja memberikan kesempatan untuk khalayak umum untuk berjudi ataupun dengan senaga turut terlibat dalam usaha perjudian tersebut. Ancaman hukuman pada pasal 303 KUHP ini juga berlaku untuk siapa saja yang turut bermain judi dan menjadikannya sebagai mata pencarian.

  • Pasal 303 Bis KUHP

Sedangkan dalam pasal 303 Bis KUHP dijelaskan jika tindak pidana perjudian dengan ancaman hukuman kurugan paling lama 4 tahun atau denda paling banyak Rp10 juta bagi siapa saja yang menggunakan kesempatan untuk berjudi yang diadakan dengan melanggar pasal 303 KUHP. Ancaman yang sama juga berlaku untuk siapa saja yang ikut serta dalam permaianan judi yang diselenggarakan di tempat umum seperti jalan umum, pinggiran jalan raya maupun berbagai tempat umum lainnya yang bisa dimasuki khalayak ramai. Ancama tidak berlaku jika perjudian diadakan dengan mengantongi izin dari penguasa yang berwenang.

  • Pasal 27 ayat (2) UU ITE

Tidak hanya itu saja, pemerintah Indonesia juga telah mengatur ancaman hukuman perjudian yang dilakukan secara online dalam UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE. Semuanya telah termaktub dalam Pasal 27 ayat 2 UU ITE, di mana setiap orang baik sengaja dan tanpa memiliki hak mendistribusi atau mentransmisikan ataupun membuat informasi elektronik bisa di akses dan dokumen elektronik yang mempunyai kaitannya dengan perjudian. Ancaman bagi para pelanggar pasal ini ialah hukuman penjara enam tahun paling lama ataupun membayar denda paling banyak Rp1 miliar.

Dari beberapa ulasan diatas dapat disimpulkan segala permainan yang didalamnya terkandung unsur taruhan yang bergantung pada keberuntungan nasib maka hal tersebut termasuk ke dalam maisir ataupun perjudian. Budaya perjudian sepatutnya dihapuskan dari kehidupan bermasyarakat karena bertentangan dengan norma keagamaan maupun norma pancasila.

Perjudian tidak sekedar melalaikan pemainnya, namun juga berpotensi menciptakan generasi yang malas, lemah dan bodoh. Diharapkan, tindak pidana perjudian dan ancaman yang diberlakukan oleh pemerintah tersebut bisa menghapuskan perilaku perjudian dan turut membantu membentuk generasi muda yang penuh semangat untuk bekerja keras menata masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *